Sunday, September 18, 2011

Sketsa di Tengah Kumpulan Jajanan

Awal Ramadhan, jalanan di seputar Universitas Gadjah Mada seketika berubah. Pohon yang awalnya hanya peneduh jalan, seketika berubah menaungi berbagai macam penjual: es buah, es pocong, es pisang ijo, batagor, dan siomay.

Pasar kaget Ramadhan di kampus yang ada di bagian utara kota Yogyakarta itu memang menjadi ajang mengais rezeki menjelang lebaran. Tidak hanya pedagang sekitar, mahasiswa pun menjajal kepiawaiannya berdagang. Ada yang sekedar membawa meja kecil berisi kolak, tetapi ada juga yang membawa serta mobilnya untuk mendisplay barang-barangnya.


IS Jogja sedang menyeket di salah satu tikar milik pedagang.

Suasana pasar kaget Ramadhan yang banyak menjual jajanan itu menjadi target Sketching&Sharing #11 Indonesia’s Sketchers Jogja. Kami berkumpul di Bundaran Filsafat UGM pukul 2 siang pada hari Jumat, 12 Agustus lalu. Para pedagang tampak sibuk menyiapkan dagangannya. Meski begitu, dengan senang hati para penjual mengijinkan kami duduk di tikar yang mereka gelar untuk mencari objek sketsa.

Pasar kaget UGM bermula dari pedagang yang menjual makanan pada masyarakat yang berolahraga di seputar boulevard. Selanjutnya, wilayah berdagang pun makin luas. Pasar yang ada sejak 1994 itu hanya ada di hari Minggu dan awal-awal Ramadhan. Berbeda dengan pasar kaget di hari minggu yang menjual pakaian sampai alat elektronik, pasar kaget Ramadhan hanya menjajakan penganan.

Lutfi, salah satu peserta, menunjukkan sketsa miliknya.


Berkumpul dan berdiskusi


Membatalkan puasa bersama-sama dengan kolak buatan Darajati, salah satu peserta. (Saya membantu menuang dan menghabiskan kolaknya).

Pukul setengah 5 kami berkumpul di tanah lapang untuk mendiskusikan sketsa yang telah dibuat. Meski waktu untuk menyeket sangat terbatas, cukup banyak peserta yang bisa menunjukkan beberapa sketsa-nya. Hari itu kami mendapatkan 2 keuntungan. Selain membawa pulang sketsa, IS Jogja juga bisa memuaskan perut berbagai penganan yang dijual... Hmmmm.... Nikmat! (Niken Anggrek Wulan)

Hasil Sketsa


Kru SCTV yang lagi sibuk meliput ISJogja pas lagi sketsa. Sketsa cepatttttt. .. . . ..
-Drawing pen 01, sketchbook A4, watercolor. Supriyanti-

Pedagang makanan sepanjang Kawasan UGM menjelang buka puasa.
-Drawing pen, cat air. Hendro Purwoko-

"Menunggu senja, menanti buka puasa, sambil mengais rejeki", mengumpulkan plastik-plastik bekas. Pemulung yg berada di area pasar kaget UGM. Sketsa ini dibuat agaak terburu-buru karena waktu sudah mendekati magrib dan utk segera berkumpul.
-Pen , Tinta China, diatas kertas A4. Iman Sutejo-


Skething&Sharing di lembah UGM. Gerobak batagor, sup buah yang menarik warna warni, menggiurkan (ngiler sambil nyeket)-Drawing pen 01, sketchbook A4 dan Cat Air. Supriyanti-


Bang Toyib, berjualan es Buah di Pasar Kaget Ramadhan. -Drawing pen di kertas HVS A4 dan Cat air. Niken Anggrek Wulan-

Lihat sketsa IS Jogja yang lain di IS Jogja

Liputan SCTV saat sketching di Pasar Kaget lihat di sini Liputan SCTV

Referensi:

http://jogjakotaku.multiply.com/journal

2 comments:

NASHIR said...

Jogja... gak ada matinya... suasana, tempat dan kondisi sosial budaya mendukung untuk berkreasi dan berinteraksi dg lingkungan... tampaknya kemajuan teman2 IS Jogja dalam berkegiatan sangat pesat dan kondusif untuk menghasilkan banyak event dan banyak karya ... mudah2an sudah mula memproyeksikan untuk pameran... selamat ya

DHAR CEDHAR said...

salut atas effort rekan2 sketchers IS-Jogya....
setuju dg mas nasir, atmosfir Jogya sangat mendukung untuk aktivitas bersketsa. Semoga kedepannya semakin besar animo masyarakat yg berapresiasi thd seni ini.
salam sketsa!