Showing posts with label pemukiman. Show all posts
Showing posts with label pemukiman. Show all posts

Sunday, May 23, 2010

... tiny additional detail on Pejompongan Railway dwellers


Group of houses @
Pejompongan area railway
May' 2010

After meeting a senior member of our group, Indonesia's Sketchers, we decided to visit this slum-a-like site. People who live here (some maybe as early as the '70s), live with noises of trains in their frontyards everyday ... and everynight. Houses were made off used/rusty zinc roofs, thin plywood, metal bars, and so on. There's an old kid's bike on this sketch, tied on the second floor terrace of a house. Apparently there's not even space to put it.
I spent only few hours this time but next time I'll spend more hours, early in the morning to prior to noon hours. Beyond that hour, I can't bear the heat and dust and thirst and sadness ...

Wednesday, May 19, 2010

Rumah Pinggiran Rel Pejompongan










Pemandangan ini bisa kita jumpai di banyak pinggiran rel kereta api di Jakarta. Rumah-rumah yang terkesan tidak permanen yang hanya terbuat dari triplek-triplek bekas, seng, kayu-kayu bekas dan material bekas lainnya. Berbahaya, sangat. Tapi apa daya.

Sunday, November 15, 2009

STASIUN KAMPUNG BENDAN, MANGGA DUA JKT



Menjelang sore, setelah hampir setengah hari melakukan market survey di ITC Mangga Dua Jakarta Pusat. Saya menyempatkan diri untuk ‘menengok’ lintasan keretapi yang letaknya tidak terlalu jauh dari ITC, tetapi untuk menuju ke tempat tersebut dengan membawa motor cukup sulit apalagi kami tidak mengenal daerahnya. Setelah melalui jalan setapak padat penghuni dan berkali-kali bertanya kepada penduduk, sampailah kami ke tempat tujuan.
Tepat di ujung gang terdapat dua jalur keretapi stasiun Kampung Bendan. Diantara kedua jalur kereta terdapat sebuah bangku kecil yang sepertinya sengaja diletakkan sebagai tempat duduk atau sekedar menikmati suasana. Ini merupakan tempat yg cukup berbahaya bila siang hari saat jam keretapi lewat. Saat saya datang, beberapa anak sedang bermain di bangku tersebut. Melihat hal ini saya putuskan untuk menskets suasana dengan objek utama stasiun yang secara kebetulan sangat pas sudut pandangnya.
Saya sadar bahwa tempat dimana saya duduk cukup berbahaya, terlebih saat keretapi lewat. Situasi ini menjadikan saya kurang nyaman dalam menskets. Saya hanya mampu menyelesaikan garis besarnya saja, sedang finishing-nya saya lakukan setelah tiba di rumah. Bayangkan, kurang dari satu jam terdapat 6 keretapi yang lewat, baik dari arah depan dan belakang saya. Bersyukurlah saya karena kereta tidak lewat secara bersamaan!
Berikut foto-foto dan skets yang saya buat…