Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Monday, September 27, 2010

Candi di Lereng Gunung




Candi Gedong Songo merupakan candi yang diperkirakan dibangun pada masa dinasti Syailendra sekitar abad-9, kira-kira tidak begitu jauh masanya dengan candi Borobudur yang merupakan candi Buddha. Pada masa inilah di nusantara terdapat dua agama utama yang mampu hidup berdampingan dan saling hormat satu sama lain. Suatu masa dimana, manusia mampu "memanusiakan" manusia lain. Memuliakan sesama. Menganggap diri setara dengan manusia lain...sesama ciptaan Tuhan semesta alam.Negeri ini pernah berada pada kondisi itu...layaknya saat ini kita belajar kembali dari kearifan masa lalu....warisan nenek moyang kita yang berbudaya adi luhung. Bukan sekedar bangunan batu semata, tapi juga cara hidup yang arif yang sudah banyak kita lupakan.

Sedikit melakukan perjalanan waktu ke masa lalu untuk melihat contoh sejarah agar tak terjerembab ke kubangan dendam, permusuhan, prasangka buruk, dan iri hati yang sekarang ini banyak menggenang di seluruh negeri.

Tuesday, May 25, 2010

Museum Taman Prasasti

gbr-1

Gbr-2

Gbr-3
sket bareng Indonesia sketcher's di Museum Taman Prasasti Tanah Abang Jakarta, Minggu 22 Mei 2010

Sunday, May 16, 2010

MENENGOK JEJAK MASA LALU DI BANTEN LAMA








Di suatu hari libur, matahari bersinar sangat terik. Mungkin itulah alasan mengapa hari ini dalam bahasa Inggris disebut Sunday. Atit dan saya berencana ke Banten Lama untuk hunting sketsa di Istana Kaibon yang profilnya pernah kami lihat di internet. Dari beberapa kawan yang juga berniat datang, akhirnya hanya 2 orang yang datang, Davinna dan Cita, 2 orang "Lara Croft" yang berencana untuk mengobservasi bangunan-bangunan bersejarah (atau paling tidak sisa-sisanya).

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Istana Kaibon. Didirikan untuk ibunda Sultan Syafiuddin, yaitu Ratu Aisyah yang memegang kendali pemerintahan karena pada waktu itu Sultan masih sangat muda untuk memerintah. Bangunan ini mempunyai desain yang sangat unik, karena pada zaman dahulu bangunan ini dikelilingi oleh saluran air...seolah-olah istana yang berdiri di atas air. jalan masuk juga melalui jalan air. Sayang sekali bangunan ini dihancurkan pemerintah penjajah Belanda di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Hermann Willem Daendels tahun 1832. (sumber: navigasi.net)
Sekarang kondisinya tinggal reruntuhan, hanya terlihat dinding-dinding, sisa-sisa bangunan, serta gerbang yang masih utuh.

Tempat selanjutnya adalah Istana Surosowan. Istana sekaligus benteng yg didirikan sekitar tahun 1522-1526. Kondisi reruntuhannya lebih parah daripada Istana Kaibon. Namun di sini masih bisa dilihat sisa-sisa pemandian (petirtaan) yang berisi air berwarna hijau karena dipenuhi ganggang dan lumut (sumber: wikipedia).


Dari sana kami mengunjungi kompleks Mesjid Agung Banten yang letaknya tidak jauh, sambil mampir sebentar ke warung-warung yang banyak terdapat di sana untuk mengisi perut kami yang keroncongan, sambil menyempatkan diri untuk sholat dzuhur di Mesjid Agung Banten. Setelah itu menikmati keindahan menaranya yang menjadi obyek foto paling populer di sana.


Dengan sedikit mengabaikan panasnya matahari yang menyengat kami melanjutkan ke Benteng Speelwijk. Bangunan peninggalan Belanda ini tidak terawat dan sudah dialihfungsikan oleh orang-orang setempat sebagai tempat bermain dan berlatih sepak bola. Bangunan ini memiliki lorong-lorong gelap yang merupakan akses masuk ke ruangan-ruangan dalam benteng. Namun kondisinya gelap sehingga kami harus berpikir 2 kali untuk masuk dalam lorong, dan saat berpikir yang ke-2 kali, kami memutuskan untuk tidak masuk (takuuuuut hehehe...).
Garis laut dapat dilihat dari atas benteng, bisa mencoba menikmati hamparan pemandangan dari menara pandang yang terletak di sudut benteng. Meskipun pemandangan yang banyak terlihat adalah orang nongkrong-nongkrong, bermain bola, serta kambing-kambing berkeliaran. Di sekitar benteng juga terdapat makam-makam orang eropa, makam-makam ini suasananya tidak menyeramkan seperti bayangan kita karena sudah jadi tempat untuk orang nongkrong dan ngobrol2.

Perjalanan ke Banten Lama kami tutup dengan mampir dan berfoto sejenak di Mesjid Pecinan yang sudah tinggal menaranya saja. Itulah bangunan bersejarah terakhir yang mengantar kembalinya kami ke Jakarta. Sebuah perjalanan antar ruang dan waktu yang sangat sukses...maaf, belum sukses, karena suatu saat kami akan kembali karena rasanya masih ada sesuatu yang kurang dan tertinggal di sana.


Sampai Jumpa

Monday, January 11, 2010

Wednesday, December 2, 2009

View dari Jembatan Kota Intan

Tanggal 10 November 2009, Indonesia's Sketchers (IS) mengadakan "Sketching & Sharing" yang kedua kalinya di area kota tua dan Museum Fatahillah, Jakarta.
Saya dan beberapa teman mencoba jalan sampai ke Jembatan Hitam. Ternyata jembatannya bagus.
Tapi yang lebih menarik perhatian saya adalah rel kereta api di samping jembatan tersebut, yang berarti kereta api akan lewat disitu. Niatnya mau nyeket jembatan rel itu pas keretanya lewat, tapi begitu kereta lewat, saya hanya bisa bengong terkagum-kagum melihat tiap gerbong lewat..Beberapa kali kereta lewat, beberapa itu pula saya tersenyum-senyum menikmati rentetan gerbong itu lewat dan tidak menangkapnya melalui sketsa (skill belum sampai juga).


Tuesday, November 17, 2009

LANDMARKS OF JAKARTA

Ini sebetulnya sketsa-sketsa lama. Kumpulan bangunan-bangunan dan monumen yang menjadi penanda wilayah (landmark) di kota Jakarta ini.



Yang pertama adalah Bundaran HI dengan Monumen Selamat Datang (plus kolam) sebagai sentralnya. Seperti halnya banyak landmark di Jakarta, peran Monumen Selamat Datang sebagai landmark semakin tersisihkan. Banyaknya pembangunan gedung-gedung pencakar langit di sekitar wilayah jalan Sudirman-Thamrin, khususnya di seputar Bundaran HI yang masing-masing terlihat saling berlomba untuk "menonjolkan diri" membuat Monumen Selamat Datang tenggelam diantaranya. Sket di tempat cuma saya buat dalam 10 menit. Saya ambil garis besarnya saja (malu waktu itu, ramai sekali kondisinya). Sudut ini saya ambil sesuai dengan foto yang pernah saya lihat di kartu pos. Rencananya detail dan render akan saya kerjakan di rumah dengan acuan kartu pos tersebut. Tapi ternyata, Tuhan tidak mengijinkannya (hahahaha...). Kartu pos hilang tak tahu rimbanya. Jadi akhirnya ya terpaksa mengandalkan ingatan saya yang kurang baik ini (sebetulnya bisa kembali lagi kesana untuk mensketsa, atau mengambil foto, tapi saya kena penyakit malas).




Yang kedua adalah Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta. Semasa pemerintahan VOC bangunan ini berfungsi sebagai balai kota atau dalam bahasa Belanda disebut Stadhuis. Wilayah ini merupakan pusat kota Batavia. Pada saat itu selain berfungsi sebagai balai kota, bangunan ini juga digunakan sebagai penjara. Selain itu juga digunakan untuk syuting film "Catatan Si Boy" (itu lho yang jadi kampusnya Si Boy. Hahaha...info nggak penting sepertinya). Kalau yang ini sketsa full di sana. Tapi meriamnya tidak saya gambar, karena menurut saya agak mengganggu.

Semua sketsa mempergunakan pensil.