Showing posts with label transportasi umum. Show all posts
Showing posts with label transportasi umum. Show all posts

Wednesday, June 8, 2011

Public Transport Sketcher

Sampai sekarang saya masih hobi nyeket di dalam kendaraan umum. Angkot, bus, kopaja, kereta api sudah pernah saya coba semua, hanya kapal dan pesawat yang belom sempat dicoba. Dari kesemuanya itu yang paling sering ya di dalam angkot.

Berikut ini contoh sketsa yang pernah saya buat


Sketsa dalam bus, masih di Jakarta


Sketsa dalam bus saat menuju ke Serang


Sketsa dalam kereta saat perjalanan menuju Tanah Abang

Sensasi saat nyeket di dalam transportasi umum adalah ketika banyak tantangan dimana kita harus sedikit lebih cepat dibanding nyeket di dalam ruangan dengan objek yang diam. Selain itu ketika jalanan tidak rata maka goncangan seringkali terjadi. Pasti deh tidak ada yang namanya garis lurus hehe..

Bagaimana dengan Anda. Tertarik mencobanya?

Salam sketsa
Antown

Friday, March 4, 2011

oleh-oleh perjalanan Sukabumi-Jakarta

a building in Museum batik area, Tanah Abang, Jakarta
mr. Dhar is sketching
at Juwata airport Tarakan. one moment before leave for Jakarta
travelling now has become one of space to sketch. The main object can be anything, human activity still good to explore:). It was about 2 days in Sukabumi and 1 day in Jakarta. While in Jakarta i met my teacher mr. Dhar Cedhar at Museum batik Tanah Abang , who gives me an extra lecture about where my sketchwork will be going. It was a very fascinating experience since my curiousity of meeting mr. D has been built long time ago.
at Sriwijaya air_

on the way to Sukabumi, by minibus (toyota Innova)

the car that we use for travel_

Monday, February 22, 2010

Stasiun Tebet sabtu 20Februari 2010



Sabtu sore menjelang di setasiunTebet..,
hujan rintik-rintik mengiringi langkahku menuju stasiun Tebet, dengan langkah pasti aku menuju stasiun tebet untuk membuat sketsa di sana.., sekitar jam 16.00 saya sudah berada di lokasi, tengok kanan tengok kiri sambil mencari lokasi yang pas untuk aku sket, karena kondisi yang masih hujan rintik-rintik akhirnya aku memutuskan untuk membuat sketsa dari bawah jembatan layang.

A4 Sketch book 0,28 Hi-touch dan pensil warna faber castell

Wednesday, February 3, 2010

penumpang KA Sawunggalih Utama



Sudah menjadi hal biasa ketika menempuh perjalanan jauh dengan menggunakan sarana kereta api, banyak penumpang bahkan sebagian besar penumpang merasa kecapekan atau mengantuk ketika perjalanan sudah memasuki sepertiga perjalanan, demikian pula halnya ketika saya, menggunakan jasa transportasi ini.

Ketika kereta api sudah mulai meninggalkan stasiun Purwokerto tampak beberapa orang sudah mempersiapkan diri untuk sekedar beristirahat dengan menggelar koran bekas sebagai alas tidur, dan sebagian lagi tertidur sambil duduk, kebetulan bangku di samping saya  penumpangnya juga tertidur dengan nyenyaknya,  maka saya segera mengambil sketchbook yang memang selalu saya bawa kemanapun aku pergi kemudian memulai untuk membuat gambar sebisanya sambil mengisi waktu selama dalam perjalanan....., dan sekitar jam 23.00 wib saya pun mulai mempersiapkan diri untuk istirahat seperti mereka. zzzzzzzzz.........

Minggu malam diatas kereta api Sawunggalih Utama, jurusan Kutoarjo - Jakarta
31 Januari 2010 jam 21.54 wib

Tuesday, February 2, 2010

stasiun kutoarjo



sesaat menjelang keberangkatan saya balik ke jakarta naik kereta api sawunggalih di stasiun kutoarjo, saya menyempatkan diri membuat sketsa sebagai sebuah catatan perjalanan yang bakal sering aku lewati ketika saya harus pergi-pulang kampung di daerah sidomulyo, ambal, kebumen....

minggu 31 januari 2010
http://jatmikajatidrawing.blogspot.com/

Monday, December 14, 2009

WARISAN DARI INDIA


Jakarta, kota kita tercinta, punya spesies yang terancam punah. Meskipun masih bisa ditemui di hampir semua sudut ibukota, namun keberlangsungannya masih menjadi pertanyaan. Sejauhh yang saya tahu, di beberapa bagian Jakarta Timur kehadirannya sudah tidak ditemui.

Spesies ini sebetulnya bukan spesies asli Jakarta, dia diimpor dari India beberapa puluh tahun yang lalu. Keberadaannya menjadi terkenal bahkan sebelum Amitabh Bachchan (mungkin...karena Amitabh Bachchan juga sudah cukup tua) dan Shahrukh Khan. Saya yakin semua kenal dengan spesies ini. Ya, dialah Bajaj (bajai). Kendaraan bermotor roda tiga yang sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai alat transportasi umum. Nama Bajaj diambil dari nama perusahaan otomotif terbesar dari India, Bajaj Auto. Sementara masyarakat India sendiri lebih mengenal jenis ini sebagai "Tuk-tuk".

Sketsa saya buat dari Halte Trans Jakarta Jembatan Merah, di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat. Hari itu halte dipenuhi manusia. Sebagian mengantri untuk menunggu bis, sementara sebagian lain seperti lalu lalang...dan seperti terlihat tergesa-gesa. Saya sering bingung kenapa semua selalu terlihat tergesa-gesa...ada apa sih sebenarnya di dunia ini? Tapi daripada memikirkan hal itu, saya kemudian memutuskan untuk membuat sketsa suasana di luar halte.

Dan di sanalah terlihat bajaj-bajaj itu...

Warisan dari India...

Berdiri, menunggu...berjuang untuk kelangsungannya.


sketsa: drawing pen snowman 0.05 di atas maruman artist paper 204.5 g.

Sunday, November 15, 2009

STASIUN KAMPUNG BENDAN, MANGGA DUA JKT



Menjelang sore, setelah hampir setengah hari melakukan market survey di ITC Mangga Dua Jakarta Pusat. Saya menyempatkan diri untuk ‘menengok’ lintasan keretapi yang letaknya tidak terlalu jauh dari ITC, tetapi untuk menuju ke tempat tersebut dengan membawa motor cukup sulit apalagi kami tidak mengenal daerahnya. Setelah melalui jalan setapak padat penghuni dan berkali-kali bertanya kepada penduduk, sampailah kami ke tempat tujuan.
Tepat di ujung gang terdapat dua jalur keretapi stasiun Kampung Bendan. Diantara kedua jalur kereta terdapat sebuah bangku kecil yang sepertinya sengaja diletakkan sebagai tempat duduk atau sekedar menikmati suasana. Ini merupakan tempat yg cukup berbahaya bila siang hari saat jam keretapi lewat. Saat saya datang, beberapa anak sedang bermain di bangku tersebut. Melihat hal ini saya putuskan untuk menskets suasana dengan objek utama stasiun yang secara kebetulan sangat pas sudut pandangnya.
Saya sadar bahwa tempat dimana saya duduk cukup berbahaya, terlebih saat keretapi lewat. Situasi ini menjadikan saya kurang nyaman dalam menskets. Saya hanya mampu menyelesaikan garis besarnya saja, sedang finishing-nya saya lakukan setelah tiba di rumah. Bayangkan, kurang dari satu jam terdapat 6 keretapi yang lewat, baik dari arah depan dan belakang saya. Bersyukurlah saya karena kereta tidak lewat secara bersamaan!
Berikut foto-foto dan skets yang saya buat…